Iklan Adsense
Wednesday, July 31, 2019
Memahami Pekerjaan PPIC
PPIC merupakan singkatan dari dua frase yaitu Production Planning dan Inventory Control, bila diterjemahkan secara harfiah berarti Perencanaan Produksi dan Pengendalian Inventaris.
Jadi dari kepanjangan PPIC tersebut sudah terbayang apa itu tugas dan wewenang dari seorang yang menjabat sebagai PPIC di sebuah perusahaan. Seorang PPIC itu secara garis besarnya merupakan seorang Perencana Produksi atau Production Planner sekaligus sebagai Inventory Controller atau Pengontrol Inventaris.
Apa itu Inventory?
Dikutip dari Wikipedia:
Inventory (American English) or stock (British English) is the goods and materials that a business holds for the ultimate goal of resale (or repair)
Terjemahannya:
Inventory merupakan istilah yang digunakan dalam bahasa Inggris Amerika. Sedangkan di Inggris sendiri istilanya Stock. Inventaris adalah barang dan material yang dikelola dan diperdagangkan dalam sebuah perusahaan.
Inventory Controller atau Pengendali Inventaris lebih spesifik disebut sebagai Material Controller atau Material Control atau Pengontrol Material walaupun Inventor itu sifatnya lebih luas daripada material. Material hanyalah salah satu unsur didalam Inventaris perusahaan tapi PPIC lebih utama mengelola dan mengontrol ketersediaan material daripada elemen inventaris lainnya karena material inilah elemen yang selalu bergerak di sebuah perusahaan manufakturing.
Jadi dua tugas dan tanggung jawab PPIC adalah:
1. Mengontrol ketersediaan material atau bahan baku di sebuah perusahaan termasuk mengontrol stok material.
2. Memastikan bahwa inventaris selain bahan baku juga tersedia dan berkapasitas di sebuah perusahaan seperti ketersediaan mesin, peralatan penunjang, peralatan pengukuran atau alat ukur, ketersedian sumber daya manusia atau man power, dan ketersedian metode serta sarana prasarana untuk menunjang proses produksi.
3. Membuat perencanaan produksi berdasarkan permintaan tanggal pengiriman oleh customer atau pelanggan dan berdasarkan ketersediaan bahan baku, mesin dan peralatan penunjang lainnya.
4. Memastikan pesanan pelanggan terkirim sesuai dengan waktu yang dipersyaratkan.
Dengan demikian pekerjaan PPIC dimulai dari penerimaan PO (Pesanan Pembelian) dari Pelanggan melalui bagian Pemasaran (Marketing), spesifikasi dan drawing dari Engineering lalu menerjemahkannya dalam bentuk pesanan bahan baku (Purchase Request) ke bagian Pembelian (Purchasing) dan Jadwal Produksi (Production Schedule) untuk bagian Produksi hingga pengiriman produk jadi ke Pelanggan melalui bagian Gudang (Warehouse).
Secara tidak langsung, seorang PPIC berfungsi sebagai koordinator antara bagian-bagian yang terkait dalam sebuah perusahaan mulai dari Marketing hingga bagian Finance atau Keuangan.
Baik. Untuk lebih lanjut mengenai tantangan dan rincian pekerjaan PPIC akan kita bahas pada kesempatan lainnya.
Bekasi, 31 Juli 2019
Dapunta
Dapunta
Dapunta adalah gelar maharaja pendiri Kerajaan Sriwijaya, yang juga merupakan gelar para pejabat kerajaan-kerajaan di Jawa pada masa berikutnya.
Gelar Dapunta paling awal dipakai oleh pendiri Sriwijaya. Kemudian ada Dapunta Sailendra yang dipercaya sebagai leluhur Wangsa Sailendra, penguasa kerajaan Medang atau Mataram Kuno. Dapunta Sailendra seorang pemuja Wisnu atau Parameswara. Ia putra Santanu. Ibunya bernama Badrawati. Istrinya bernama Sampula. Berbeda dengan Dapunta Hyang Sri Jayanasa seorang penganut Buddha. Menjadi pelindung para siswa Buddha. Namun kelak keturunan Dapunta Sailendra banyak yang memeluk agama Buddha dan mendirikan candi terkenal yaitu Borobudur.
Pada masa sesudahnya gelar Dapunta mengalami degradasi. Gelar Dapunta sekedar menjadi gelar pejabat rendah di kerajaan-kerajaan Jawa. Nama-nama Dapunta banyak ditulis pada prasasti.
Ada yang mengartikan nama Dapunta sebagai Baginda atau Yang Dipertuan dari kata Da-Mpu-nta. Awalan Da artinya Dia atau Ra (singkatan dari Sira). Mpu artinya Empu atau Tuan. Dan akhiran Nta artinya kata ganti kita.
Hari ini jarang generasi kita yang tahu dan faham dengan gelar Dapunta apalagi mau memakainya sebagai sebuah nama atau gelar. Dapunta asli dari bahasa Nusantara, bukan serapan dari bahasa Sanskerta.
Hafsa Dhiyaelhana Fasyagucci
Tuesday, January 9, 2018
Krishna menurut kacamata sejarah
Pandu raja Hastinapura wafat dalam usia muda. Karena putra-putra Pandu masih kanak-kanak maka tahta sementara dipegang oleh Destarata dengan perjanjian apabila putra Pandu sudah dewasa maka tahta harus diserahkan kembali kepada mereka. Tapi faktanya, Destarata tak bisa memenuhi janjinya ketika putra-putranya menginginkan tahta yang dipegang ayahnya. Mereka dengan berbagai cara berusaha menyingkirkan sepupu mereka itu.
Para Kurawa secara kesatriaan dididik oleh Bisma, kakek mereka. Disamping itu para Kurawa juga dibimbing oleh pamannya di fihak ibu yang bernama Sengkuni atau Sakuni.
Sementara itu Kunti, para Pandawa juga mempunyai putra dari suaminya yang lain. Putranya itu bernama Karna, yang berada di fihak Kurawa. Begitu pula Sri Krishna putra Dewaki bersepupu dengan Pandawa karena Dewaki adik Kunti.
Sri Krishna berusaha menawarkan damai pada fihak Kurawa ketika rencana perang antara kedua fihak mulai muncul. Krishna menawarkan pilihan pada Kurawa yaitu pilih pasukannya atau pilih dirinya. Maka Kurawa memilih pasukan Krishna saja. Dengan sendirinya Krishna berada di fihak Pandawa, jadi kusir kereta Arjuna.
Setelah peperangan yang berlangsung cukup lama, fihak Kurawa gugur termasuk Bisma, Drona dan Sengkuni. Pandawa naik tahta. Krishna pun bertahta di kerajaannya di Dwaraka. Tapi kemudian kerajaannya hancur oleh wabah penyakit.
Kerajaan Inderapura
Kerajaan Indrapura yang juga disebut sebagai Kesultanan Indrapura, mulai termasyhur semenjak ramainya pelayaran di perairan barat Sumatera dan bersamaan dengan jatuhnya Kesultanan Malaka ke tangan bangsa Portugis pada tahun 1511. Pada masa itu banyak pula bangkit pelabuhan-pelabuhan lainnya di sepanjang pesisir barat Sumatra seperti Bandar Tiku Pariaman, Bandar Sepuluh dan bandar-bandar di wilayah Bengkulu hingga Lampung.
Setelah Kesultanan Malaka runtuh, maka Kesultanan Aceh Darussalam bangkit dan berusaha mengusir Portugis dari Malaka tapi tidak berhasil. Yang mengusir Portugis justru kedatangan VOC karena perjanjian antara Belanda dan Portugis.
Pada saat Aceh sedang berambisi itulah, ia melakukan ekspansi besar-besaran ke pesisir barat Sumatra hingga ke Indrapura. Sebelumnya sudah banyak keturunan Aceh yang berlayar dan berdagang ke pesisir barat Minangkabau. Banyak "Meurah" yang kawin dengan penduduk pesisir Minangkabau. Bandar Tiku di utara Pariaman juga didirikan oleh keturunan para Teuku dari Aceh. Bukan itu saja, Aceh merangsek jauh lebih ke pedalaman Minangkabau, berdagang sekaligus mendakwahkan Islam kepada rakyat Minangkabau yang waktu itu masih banyak beragama Hindu Buddha dan aliran kepercayaan setempat. Banyak orang Minang yang belajar agama ke Aceh apalagi pasca wafatnya Maharaja Ananggawarman kedaulatan Malayapura mulai meredup dan perhatian orang-orang beralih ke Aceh dan Islam, Aceh kemudian dikenal sebagai serambi Mekkah.
Begitu pula di Bandar Sepuluh dan Indrapura, Islam mulai bersinar. Indrapura yang awalnya perkampungan pesisir dan muara yang dominan Hindu Buddha tumbuh menjadi kerajaan besar dan kesultanan Islam walaupun tetap bernama Indrapura. Komoditas terbesarnya adalah lada dan emas. Indrapura berdagang dan berlayar hingga ke Banten. Indrapura melakukan hubungan yang sangat rapat dan saling mempengaruhi dengan Kesultanan Aceh Darussalam bahkan ada keturunan Indrapura yang jadi sultan di Aceh seperti Sultan Buyung.
Kerajaan Indrapura masih bercorak adat atau mengikuti tradisi matrilineal Minangkabau, misalnya dalam hal pewarisan tahta kerajaan berlangsung dari mamak ke kemenakan, bukan dari ayah ke anak sebagaimana umumnya kerajaan di dunia. Disamping itu juga sering kali tahta dipegang oleh perempuan, saudari raja yang kemudian terkenal dengan sebutan Raja Perempuan. Kemudian juga tak jarang suami Raja Perempuan yang turut memegang tahta dan menjalankan pemerintahan dan mereka para suami Raja Perempuan itu berasal dari kerabat kerajaan dari luar atau dari jauh seperti Bintan, Sungai Pagu dan Aceh.
Hubungan Indrapura dengan Sungai Pagu dan Indragiri
Dalam mamangan Kerajaan Sungai Pagu disebutkan bahwa Indrapura merupakan radai dari Sungai bersamaan dengan Indragiri sebagai kepak (sayap)nya, artinya Indrapura dan Indragiri merupakan kerabat dekat Sungai Pagu (Solok Selatan). Tidak jarang terjadi perkawinan antara pangeran di Sungai Pagu dengan putri Raja Indrapura seperti Sultan Mazafarsyah.
Tautan Luar:
1. https://lubukgambir.wordpress.com/2012/06/29/menelusuri-jejak-sejarah-manuskrip-kesultanan-inderapura/
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Inderapura
3. http://wawasanislam.wordpress.com/2008/04/30/kesultanan-indrapura/
4. http://lagulamaku.blogspot.com/2009/04/puing-puing-bekas-istana-kerajaan.html
5. http://triatra.wordpress.com/2010/12/16/kerajaan-inderapura-kejayaan-masa-lalu-renah-indojati/
6. https://lubukgambir.wordpress.com/2011/12/16/kesultanan-inderapura-sejak-abad-9-m/
Gambaran Minangkabau Sebelum Islam
Sunday, January 7, 2018
Cindurmato
Cindurmato atau Cindua Mato tertulis menjadi kaba - sebuah hikayat klasik Minangkabau, didendangkan melalui cerita rabab Pesisir dan dijadikan bahan cerita untuk randai - sebuah opera khas Minangkabau.
Cindurmato, ada yang mengartikannya sebagai sebuah cinderamata atau tanda hadiah. Cindurmato selalu menjadi bahan perbincangan setiap generasi.
Cindurmato, ia bukanlah seorang pangeran dan bukan pula berdarah bangsawan tapi ia hidup di lingkungan kerajaan. Ia seorang pendekar, anak dari seorang dayang istana, anak seorang pembantu di kerajaan, anak tukang kipas sang ratu, anak orang suruhan pembantu istana.
Kisah Cindurmato menjadi menarik karena ia yang bukan bangsawan tapi kemudian bisa menjadi raja di kerajaan karena kepiawaian dan kesatriaannya. Ia memang bukan pangeran tapi keahliannya dalam seni pertahanan diri bisa mengalahkan seorang pangeran, apalagi hanya seorang Rumandung.
Kisah Cindurmato bermula dari kisah sang ratu Pagaruyung yang dikawatirkan menjadi perawan tua tanpa suami tanpa keturunan tanpa penerus tahta. Sang Ratu dulunya naik tahta karena tidak ada lagi yang akan meneruskan tahta ayahnya, Maharaja Wijayawarman namanya menurut sebuah ranji silsilah kerajaan. Wijayawarman adalah mantu dari Maharaja Ananggawarman Mauli Warmadewa yang juga merupakan keponakan dari sang Maharaja.
Sang Ratu yang bergelar Bundo Kanduang itu hampir saja tidak menikah seumur hidupnya. Sudah banyak yang meminangnya tapi Sang Raja Perempuan itu selalu menolaknya, tak ada yang berkenan di hatinya. Hatinya gundah gulana, alias galau kata "kids jaman now". Apa sebenarnya yang terjadi pada sang ratu? Tidak ada yang tahu. Dia perempuan tapi keberaniannya melebihi laki-laki. Kata orang, dia agak maskulin, kurang feminim, tidak sefeminim para tuan putri di keraton seberang.
Ternyata ada seorang pria kesatria di istananya, yang membuat sang ratu selalu menolak pinangan dari para pangeran di Suwarnadwipa bahkan Jawadwipan. Tapi sayang pria tampan tersebut sudah ada yang punya, dan yang memilikinya kasta rendah pula. Si Pria itu pun berkasta rendah pula. Apa kata dunia bila sang ratu menyatakan cinta pada pria tsb. Pasti Pagaruyung gempar, Malayapura bakal heboh.
Tapi siapa yang bisa membendung perasaan yang berkecamuk di hati. "Kelapa Gading" itu tetap harus dipanjat oleh Bujang Salamat Panjang Gombak. Mau tak mau ia harus mematuhi titah tuannya meskipun tuannya itu perempuan. Kambang Bendahari pun hanya bisa menggigit jarinya ketika ia menyaksikan kekasihnya "memanjat kelapa gading". Ia harus menerima takdir. Istana pun tak perlu berhura-hura dalam pesta perkawinan tuan putri. Rakyat tahunya hanya bahwa sang ratu sedang mengandung cita kerajaan, terlepas dari siapapun ayahnya. Bukankah di Minangkabau juga tak begitu penting keberadaan seorang ayah.
bersambung..............
silahkan tonton serial lengkap dramanya di youtubehttps://www.youtube.com/watch?v=sE9vylCzuqU
Tautan Luar:
1. https://histori.id/hikayat-cindua-mato/
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Kaba_Cindua_Mato
-
Sebuah catatan sejarah Indrapura tentang Brunei Darussalam Menurut keterangan sejarah, Brunei [82] yang diberitakan berasal dari kota Varu...
-
Yakub yang terkenal dengan sebutan Wali Yakub, adalah Wali Nagari Koto Berapak pada masa PRRI (rentang waktu tahun 1957 hingga 1958). ...
-
Berikut hubungan keluarga antara Raja Malayu (Malayapura, Dharmasraya), Raja Sunda dan Raja Jawa menurut naskah Rajya Rajya i Nusantara yang...





