Iklan Adsense

Showing posts with label inderapura. Show all posts
Showing posts with label inderapura. Show all posts

Tuesday, February 13, 2024

Daftar Raja Inderapura

Periode Teluk Daya Pura - Air Pura

Raja-raja periode ini (Dinasti Jamalul Alam):
  1. SULTAN MAHYIDINSYAH. Akhir Abad ke IX (?)
  2. SULTAN SRIMAHARAJO DIRAJO ALAMSYAH. Anak no 1
  3. SULTAN FIRMANSYAH. Anak no 2
  4.  SULTAN GEGAR ALAMSYAH. Anak no 3
  5.  SULTAN USMANSYAH, BERDARAH PUTIH. Anak no 4
  6. SULTAN FIRMANSYAH. Anak no5
  7. SULTAN MUHAMMADSYAH. Anak no 6
  8. SULTAN FIRMANSYAH. Anak no 7
  9. SULTAN MARADHU ALAM SYAH. Anak no7
  10. SULTAN MADLAFARSYAH
Periode Kerajaan - Kesultanan Indrapura 

11.  SULTAN USMANSYAH (1526-1565)
12.  SULTAN GEGAR ALAMSYAH MUHAMMADSYAH, TUANKU BERDARAH PUTIH (1565-1600). Anak no 11
13. PUTRI SYIAH BINTANG PURNAMA. Anak no 11
14. SULTAN ALI AKBAR SYAH SULTAN MUHAMMADSYAH (1600-1635). Anak no 13
15. PUTRI BANGUN REKNA CAHAYA ALAM. Anak no 13
16. SULTAN INAYATSYAH MUHAMMADSYAH (1635-1660). Anak No 15.
17. SULTAN MALAFARSYAH (1660-1687). Sepupu dari no 16, anak dari Putri Kambukanan yang merupakan adik kandung dari no 15.
17. SULTAN SYAHIRULLAH DAULAT ALAM (1687-1707). Anak dari no 15, adik dari no 16.
18. PUTRI LINGGO GENI DEWI ALAM. Anak no 15.
19. SULTAN ZAM-ZAMSYAH GELAR SULTAN FIRMANSYAH (1707-1737). Anak no 19
20. PUTRI MAYANG SARI. Anak no 19
21. SULTAN MUHAMMAD SYAH (1737-1774). Anak no 21
22. PUTRI ZAHARA ALAM BINTANG CAHAYA. Anak no 19, adik no 21
23. SULTAN INDERAHIMSYAH GELAR SULTAN MUHAMMADSYAH (1774-1804). Anak no 23.
24. PUTRI SRI GADING BINTANG PURNAMA. Anak no 23
25. SULTAN AIYATULLAHSYAH GELAR SULTAN INAYATSYAH (1804-1840). Anak no25
26. PUTRI JUSMA ALAM CAHAYA. Anak no 25
27. SULTAN MUHAMMAD ARIFINSYAH GELAR SULTAN MUHAMMADSYAH (1840-1860). Anak no 27.
28. PUTRI SRIHATI BINTANG ALAM /TUANKU DUSI. Anak no 27.
29. PUTRI BANGUN CAHAYA. Anak no 29
30. TUANKU BALINDUNG SULTAN MUHAMMAD BAQI GELAR SULTAN FIRMANSYAH (1860-1891).

Perwakilan Indrapura di wilayah lain:
  1. SULTAN MANSYUR SYAH GELAR SULTAN MUHAMMAD SYAH. Memerintah di padang sebagai wakil raja inderapura dipadang. (1791-1798). Anak dari putri mayang sari= anak no 19.
  2. SULTAN MUHAMMAD JAYA KARMA Gelar SULTAN AHMADSYAH. Perwakilan raja Inderapura di Padang. (1798-1825), died in inderapura 1827.  Kemenakan dari Sultan Mansyursyah
  3. SULTAN TAKDIR KHALIFATULLAHSYAH. Memerintah di muko-muko sebagai Perwakilan raja Inderapura di muko-muko.. Anak no 21
  4. ABDUL MUTHALIB TAKDIR KHALIFATULLAHSYAH, anak dari catatan no 3, regent muko-muko(1832-1870)
  5. REGENT MUHAMMAD RUSLI GELAR SUTAN ABDUL KARIM. Menantu dari no 31, diangkat sebagai Regent oleh kolonial Belanda 1891 dan dipensiunkan pada tahun 1911.
Tautan Luar:

Tuesday, January 9, 2018

Kerajaan Inderapura

Kerajaan Inderapura atau Karajaan Indopuro merupakan salah satu kerajaan yang terdapat di wilayah adat Minangkabau, tepatnya di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat sekarang. Penduduk lokal menyebutnya Karajaan Nupugho. Menurut sumber Wikipedia, Kerajaan Indrapura merupakan Ujung Pagaruyung bahkan disebut sebagai vazal atau kerajaan bawahan Pagaruyung. Lebih halusnya disebut Sapiah Balahan Kudung Karatan Kerajaan Pagaruyung.


Kerajaan Indrapura yang juga disebut sebagai Kesultanan Indrapura, mulai termasyhur semenjak ramainya pelayaran di perairan barat Sumatera dan bersamaan dengan jatuhnya Kesultanan Malaka ke tangan bangsa Portugis pada tahun 1511. Pada masa itu banyak pula bangkit pelabuhan-pelabuhan lainnya di sepanjang pesisir barat Sumatra seperti Bandar Tiku Pariaman, Bandar Sepuluh dan bandar-bandar di wilayah Bengkulu hingga Lampung.

Setelah Kesultanan Malaka runtuh, maka Kesultanan Aceh Darussalam bangkit dan berusaha mengusir Portugis dari Malaka tapi tidak berhasil. Yang mengusir Portugis justru kedatangan VOC karena perjanjian antara Belanda dan Portugis.

Pada saat Aceh sedang berambisi itulah, ia melakukan ekspansi besar-besaran ke pesisir barat Sumatra hingga ke Indrapura. Sebelumnya sudah banyak keturunan Aceh yang berlayar dan berdagang ke pesisir barat Minangkabau. Banyak "Meurah" yang kawin dengan penduduk pesisir Minangkabau. Bandar Tiku di utara Pariaman juga didirikan oleh keturunan para Teuku dari Aceh. Bukan itu saja, Aceh merangsek jauh lebih ke pedalaman Minangkabau, berdagang sekaligus mendakwahkan Islam kepada rakyat Minangkabau yang waktu itu masih banyak beragama Hindu Buddha dan aliran kepercayaan setempat. Banyak orang Minang yang belajar agama ke Aceh apalagi pasca wafatnya Maharaja Ananggawarman kedaulatan Malayapura mulai meredup dan perhatian orang-orang beralih ke Aceh dan Islam, Aceh kemudian dikenal sebagai serambi Mekkah.

Begitu pula di Bandar Sepuluh dan Indrapura, Islam mulai bersinar. Indrapura yang awalnya perkampungan pesisir dan muara yang dominan Hindu Buddha tumbuh menjadi kerajaan besar dan kesultanan Islam walaupun tetap bernama Indrapura. Komoditas terbesarnya adalah lada dan emas. Indrapura berdagang dan berlayar hingga ke Banten. Indrapura melakukan hubungan yang sangat rapat dan saling mempengaruhi dengan Kesultanan Aceh Darussalam bahkan ada keturunan Indrapura yang jadi sultan di Aceh seperti Sultan Buyung.

Kerajaan Indrapura masih bercorak adat atau mengikuti tradisi matrilineal Minangkabau, misalnya dalam hal pewarisan tahta kerajaan berlangsung dari mamak ke kemenakan, bukan dari ayah ke anak sebagaimana umumnya kerajaan di dunia. Disamping itu juga sering kali tahta dipegang oleh perempuan, saudari raja yang kemudian terkenal dengan sebutan Raja Perempuan. Kemudian juga tak jarang suami Raja Perempuan yang turut memegang tahta dan menjalankan pemerintahan dan mereka para suami Raja Perempuan itu berasal dari kerabat kerajaan dari luar atau dari jauh seperti Bintan, Sungai Pagu dan Aceh.

Hubungan Indrapura dengan Sungai Pagu dan Indragiri

Dalam mamangan Kerajaan Sungai Pagu disebutkan bahwa Indrapura merupakan radai dari Sungai bersamaan dengan Indragiri sebagai kepak (sayap)nya, artinya Indrapura dan Indragiri merupakan kerabat dekat Sungai Pagu (Solok Selatan). Tidak jarang terjadi perkawinan antara pangeran di Sungai Pagu dengan putri Raja Indrapura seperti Sultan Mazafarsyah.

Tautan Luar:
1. https://lubukgambir.wordpress.com/2012/06/29/menelusuri-jejak-sejarah-manuskrip-kesultanan-inderapura/ 
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Inderapura
3. http://wawasanislam.wordpress.com/2008/04/30/kesultanan-indrapura/ 
4. http://lagulamaku.blogspot.com/2009/04/puing-puing-bekas-istana-kerajaan.html
5. http://triatra.wordpress.com/2010/12/16/kerajaan-inderapura-kejayaan-masa-lalu-renah-indojati/
6. https://lubukgambir.wordpress.com/2011/12/16/kesultanan-inderapura-sejak-abad-9-m/