Iklan Adsense

Tuesday, February 6, 2024

Mualim menjadi Malin

 

Mualim dan Malin dalam kultur Minangkabau menjadi dua nama atau gelar yang saling beririsan. Mualim jarang disebut dalam kehidupan sehari-hari kecuali dalam penamaan tokoh Anjing Mualim saja. Yang paling sering disebut adalah gelar Malin karena Malin merupakan suatu jabatan dalam adat. Seorang Malin tak jarang bergelar Imam atau Pandito atau Pakiah. Tugas seorang Malin adalah menjadi perangkat kepenghuluan sebagai pendamping Penghulu yang bergelar Datuk atau bukan Datuk. Malin bertugas sebagai administrator di bidang keagamaan. Karena itu fungsi Malin sering diasosiasikan sebagai guru atau pengajar ilmu agama, berbeda dengan Mu’alim yang sejatinya adalah guru segala bidang, bebas tak ditentukan. Jadi ada penyempitan makna dari Mualim menjadi Malin

Di daerah pesisir, gelar Malin cukup populer, bahkan diwariskan secara turun temurun ke anak laki-laki. Sebagian juga diturunkan kepada keponakan laki-laki menurut garis ibu. Kisah yang cukup terkenal adalah kisah Malin Kundang yang juga berayahkan seorang Malin. Sedangkan cerita rakyat yang terkenal adalah Kaba Malin Deman yang kisahnya rada mirip kisah Jaka Tarub di pulau Jawa.

Kenapa gelar Anjing Mualim tidak berubah menjadi Anjing Malin?

Nah disitulah uniknya. Mungkin karena latar belakangnya berbeda, sehingga tidak serta merta gelar tersebut berubah. Karena konon katanya Mualim dalam penamaan Anjing Mualim bukanlah Mualim yang bermakna guru agama atau Malin melainkan mualim dalam dunia pelayaran zaman dahulu. Mualim dalam dunia pelayaran berarti awak kapal atau pembantu nakhoda.

Monday, February 5, 2024

Silsilah Raja-Raja Pagaruyung

Berikut silsilah raja-raja Pagaruyung:
  1. Sri Maharaja kawin dengan Putri Sari Putri, beranak dua yaitu : Raja Natan Sang Setra Sangkala, Suri Diraja dan Putri Indra Jalita
  2. Raja Natan kawin dengan PR Jani, beranak : PR Kumani
  3. Puti Indra Jalita kawin dg Hyang Indrajati Tuan Cati, beranak : PR Jalita, PR Sudah, Dt Sri Maharaja Nan Bamega-nega, Puti Ratna Mandi, Dt Parpatih Nan Sabatang, Dt Katumanggungan, PR Sudi.
  4. Puti Reno Jalita kawin dg Adityawarman, beranak: Ananggawarman, Dewi Rena Dewi Ranggawani
  5. Ananggawarman kawin dg Puti Reno Dewi, beranak : Puti Reno Panjang Rambut I, Puti Reno Selaras Pinang Masak dan Puti Reno Bungsu (Puti Silindung Bulan).
  6. Dewi Reno Dewi kawin beranak : Dewang Pandan Putowano.
  7. Dewang Pandan Putowano (Tuanku Marajo Sati I) kawin dengan Puti Reno Bungsu Silindung Bulan, beranak Puti Panjang Rambuik II.
  8. Puti Panjang Rambuik II beranak : Dewang Pandak Salasiah Banang Raiwano (Dang Tuanku) dan Dewang Ramowano (Cindurmato, lain ayah)
  9. Raiwano kawin dg PR Kamuniang Mego (Puti Bungsu), beranak : Dewang Sari Dewano
  10. Dewang Sari Dewano (Tuanku Marajo Sati II) kawin dg PR Rani Dewi, beranak : Dewang Sari Magowano dan PR Mahligai Cimpago Dewi.
  11. Ramowano (Cindurmato) kawin dg PR Marak Rindang Ranggowani, beranak : PR Rani Dewi dan Dewang Ranggowano.
  12. Dewang Ranggowano (Sutan Lembang Alam) kawin dg PR Maharani, beranak : PR Nalo Nali, PR Nango
  13. Dewang Sari Magowano (Sri Raja Maharaja) kawin dg PR Nalo Nali, beranak : Rajo di Buo III, PR Jalito, Puto Rajo Bawang
  14. PR Nango beranak PR Lenggo Geni dan Puto Buyung Rajo Nasution.
  15. Puto Rajo Bawang kawin dg PR Lenggo Geni.
  16. Banang Sutowano kawin dg PR Jalito, beranak : PR Pomaisuri
  17. PR Mahligai kawin dg Dewang Patualo Sanggowano Rajowano, beranak BPD Sutowano, PR Suto Dewi.
  18. Rajo di Buo III kawin dg PR Suto Dewi, beranak Sultan Alif I.
  19. Sultan Alif I kawin dg PR Pomaisuri, beranak : Sultan Syaiful Aladdin, PR Awan Tasingik, Yamtuan Rajo Kuaso I, PR Sadi, PR Rampiang, Yamtuan Rajo Gamuyang I.
  20. Yamtuan Rajo Gamuyang I kawin dg Puti Andam Dewi, beranak : Yamtuan Rajo Manguyang
  21. Yamtuan Rajo manguyang beranak : Puti Sari Antan, Yamtuan Rajo Gandam, Yamtuan Rajo Pangat I
  22. Yamtuan Rajo Pangat I beranak Yamtuan Rajo Bagewang
  23. Yamtuan Rajo Bagewang kawin dg PR Kumalo, beranak : Yamtuan Rajo Gamuyang
  24. Yamtuan Rajo Gamuyang kawin dg TG Reno Suto (anak dari Rajo Bagagarsyah Alam dg TGR Janggo, anak dari PR Kuniang dg Yamtuan Rajo Pingai, PR Kuniang anak dari PR Baruaci dg Sultan Ahmadsyah, ia bersaudara dg Sultan Alif II), beranak : TG Aluih, Yamtuan Bawang Sultan Alam Muningsyah I dan Yamtuan Alam Perhimpunan.
  25. Sultan Ahmadsyah anak dari Sultan Syaiful Aladin dg Puti Reno Kumalo. Ia bersaudara dg YDP Sari Maharajo I, Yamtuan Arif Badrunsyah, Yamtuan Buyuang.
  26. Rajo Bagagarsyah Alam anak dari Sultan Alif II dg TG Saruaso III. Ia bersaudara kandung dg : YDP Tuanku Rajo Sumpur, PR Duato, PR Jati, TG Saruaso IV.
  27. Yamtuan Muningsyah I kawin dengan PR Intan, beranak : Muningsyah II (Patah), Yamtuan Pandak Raja Beringin Sultan Alam Muningsyah I, YDR Bakumih
  28. Muningsyah II kawin dg TGR Janji, beranak : Yamtuan Bujang Nan Bakundi, ST Syariful Alam Bagagarsyah, TGR Sori, TG Tembong, YDP Batuhampar,

Maharaja Diraja Adityawarman

Siapa yang tak kenal dengan beliau. Orang yang membaca sejarah Majapahit pasti mengenal beliau. Karena dia adalah sepupu dari Raja Majapahit kedua, Jayanegara (nama kecilnya Kalagemet).
Adityawarman juga sahabat Gajah Mada sejak kecil. Sama-sama berjuang menyatukan Nusantara dan mewujudkan isi Sumpah Palapa.
Tapi sayang beribu kali sayang, Adityawarman terpaksa meninggalkan Majapahit setelah terbunuhnya Jayanegara, sepupunya akibat intrik-intrik kotor istana.
Adwayawarman atau dikenal sebagai Adwaya Brahma, ayah dari Adityawarman merupakan tangan kanan Raja Singasari, Kertanegara. Majapahit sudah tidak lagi meneruskan cita-cita Singasari tapi hanya berambisi atas penaklukan demi penaklukan.
Adityawarman hijrah ke kerajaan kakeknya Tribuanaraja Mauliwarmadewa dan juga pamannya Akarendrawarman. Ia memindahkan istana Malayapura ke Surawasa. Dharmasraya tidak lagi aman.
Beberapa tahun sesudah wafatnya Adityawarman, Majapahit menyerang Surawasa tapi kalah di Buluh Kasok yang terkenal dengan nama Padang Sibusuk.
Silahkan cari bukunya ya guys.

Pengantar Tambo Bayang 1915

Ini merupakan tambo perbilangan uraian adat monografi nagari bayang yang diuraikan dalam kerapatan adat bayang nan tujuh koto dan kerapatan adat koto nan salapan
Nagari Bayang Nan Tujuh Koto dan Nagari Koto Nan Salapan
Pada tanggal 18 sampai 25 Mei 1915 telah bersidang kerapatan adat Nagari Bayang Nan Tujuh Koto dan Nagari Koto Nan Salapan, yang dipimpin oleh Pucuk Bulek Urek Tunggang nagari itu. Kedua kerapatan ini adalah atas perintah kepala pemerintah di Painan, Asisten Residen kepada Demang Painan, Si Musa Ibrahim yang disampaikan pada Asisten Demang Bayang, Sutan Tahar Baharuddin dan kepada Tarumun gelar Datuk Maharajo Sutan, bekas guru pensiunan yang berasal dari Kinari dan diterima oleh pimpinan kerapatan adat Bayang Nan Tujuh Koto, Datuk Setia, penghulu pucuk bulek urek tunggang Bayang Nan Tujuh Koto dan kepala pimpinan kerapatan adat Koto Nan Salapan, Datuk Bagindo Sutan Basa, ganti penghulu Pucuk Bulek Urek Tunggang atau rajo di pulut-pulut dan kedua kerapatan ini dihadiri oleh anggota-anggota kerapatan dan orang tua-tua serta penghulu-penghulu yang tertua dan orang yang punya pangkat sepanjang adat, turunannya orang empat jenis dalam Nagari Bayang Nan Tujuh Koto dan Koto Nan Salapan. Turut hadir Demang Painan dan Asisten Demang Bayang dan guru-guru tarumun Datuk Maharajo Sutan.
Kedua kerapatan ini dimulai pada jam yang telah ditentukan untuk membicarakan kabarnya perintah :
  1. Sidang pertama diadakan pada tanggal 18 sampai 20 mei 1915 di balai panjang Koto Berapak dibawah beringin nan tigo batang. Sidang ini dihadiri oleh anggota kerapatan adat bayang nan tujuh koto sampai ke kapak rembai dan kandungannya, sampai ke amban (ambun) puruik yang dipimpin oleh datuk setia. Membicarakan tentang adapt monografi baying nan tujuh koto sampai ke kapak rembai dan kandungannya
  2. Sidang kedua diadakan pada tanggal 20 sampai 22 mei 1915 di Pulut-pulut bertempat di persinggahan, di pulut-pulut sampai ke taratak nan tigo dan koto nan tigo, dipimpin oleh datuk bagindo sutan basa, rajo di Pulut-pulut.
Sesudah kerapatan ini dibicarakan lebih lanjut dan menyelidiki serta meneliti secara mendalam dan menelusuri lebih jauh maka kedua persidangan ini (menghasilkan) keputusan dengan pendapat bersama sebagai berikut :
Keterangan
Sebagaimana keterangan yang diperdapat yang dikumpulkan dalam kedua persidangan ini menurut sepanjang waris yang dijawat, pusaka nan ditolong dari ninik mereka yang terdahulu dari penduduknya dan orang yang berpangkat sepanjang adapt, berasal dari nagari kubung tigo baleh atau koto nan tigo di darek yaitu :
  1. Kinari
  2. Muaro Paneh
  3. Koto Anau
Mula ninik turun ke baying
menurut sepanjang waris nan dijawat pusaka yang ditolong, dari ninik mereka yang terdahulu atau kata yang diterima dari orang tua dan penghulu-penghulu yang tertua di nagari baying ini, sejarahnya adalah sebagai berikut :
  1. turun dari koto nan tigo di darek
  1. dari kinari, niniknya bergelar dt. Nan bagajobiang, suku melayu
  2. dari muaro paneh, niniknya dt. Bakupiah ameh, suku tanjung
  3. dari koto anau, niniknya dt. Nan kiramaik, suku caniago
Hingga ke lubuk silau
Mereka turun ke keuda nagari itu yaitu bayang nan tujuh koto dan nagari nan salapan dengan penduduknya seperinduan laki-laki dan perempuan serta penghulunya dan orangtuanya juga malin yang berempat ke pulut-pulut dan koto nan salapan terus ke baying nan tujuh koto.
Mereka turun mula-mula mendaki ke bukit kambuik, menurun ke danau nan dua yaitu danau diatas dan danau dibawah. Kemudian mereka meniti danau kembar itu melereng-lereng ke rawang silimau dan berjalan terus maka tibalah di sebuah bukit lalu mereka tinjau dari bukit it uterus kea rah kanan, tampaklah asap orang memarun dalam lurah yang amat dalam, sekarang disebut koto sebelas tarusan.
Setelah mereka melihat lurah itu sudah ditunggui orang mereka berpaling kea rah kiri lalu tertuju oleh mereka sebuah bukit karang, lantas mereka turuni bukit itu bersama-sama, sampai sekarang bukit tempat meninjau itu bernama bukit paninjauan.
Setiba mereka di bukit karang itu maka mereka layangkan pandangan jauh dan ditukikkan pandangan dekat maka terlihatlah oleh mereka sebuah lurah yang amat dalam dan luas, yang dilindungi oleh bukit barisan dan laut yang berombak-ombak. Di dalam lurah itu terlihatlah oleh mereka bayangan padi masak.
Kemudian mereka terus menuruni lurah itu. Setiba di tempat itu mereka lihat bayangan itu tapi bukanlah padi yang sedang masak melainkan daun ilalang yang sudah tua. Sampai sekarang bukit yang dicalik itu bernama bukit karang calik. Maka itulah sebabnya nagari baying diikrarkan dari kata ‘bayangan’.
Kemudian mereka terus melereng-lereng bukit meninjau ke limau purut sekarang sampai ke tanah tinggi yang sekarang disebut koto ranah limau purut, asalnya dari kata ‘purut koto nan tinggi’
Dan seterusnya mereka berjalan berarah-arahan sampai ke tanah yang sepadan dan berbatu-batu berpadat-padatan dikelilingi bukit barisan. Disinilah mereka berpandut-pandutan. Sepandut dari muaro paneh dan sepandut dari koto anau. Itulah sebabnya bernama pulut-pulut, berasal dari kata ‘berpandut-pandutan’.
Karena nagari sepandut itu daerahnya amat sedikit, berbatu-batu dan berbukit-bukit maka oleh ninik mereka sebagian dari penduduk, delapan orang penghulu, tiga orang lainnya dan empat orang malin dikepalai oleh seorang raja pengganti penghulu yaitu PBUT nan di darek ditinggalkan di pulut-pulut yaitu yang dari muaro paneh dan koto anau. Yang dari kinari tidak ditinggalkan di pulut-pulut dan itu pulalah sebabnya disebut koto nan salapan karena delapan orang penghulu pucuknya ditinggalkan di pulut-pulut.
Dan sebagian lagi dibawa oleh ninik mereka ke nagari baying nan tujuh koto sekarang. Waktu mereka berjalan maka terlihat oleh mereka sebuah lubuk yang sangat dalam. Arus lubuk itu mereka seberangi bersama-sama dan tibalah diseberangnya. Sampai sekarang tempat itu bernama lubuk silau, berasal dari kata menyilaukan.

Friday, August 2, 2019

Mengenali Pekerjaan Development Engineer


Development Engineer merupakan salah satu pekerjaan di Departemen Research and Development Engineering. Development Engineer berfungsi sebagai perpanjangan tangan dari Tim Design atau Design Engineer. Diantara tugas dan tanggungjawab seorang Development Engineer adalah:
 1. Membuat sampel produk sesuai drawing dan spesifikasi yang telah diberikan Tim Desain.
2. Melakukan Trial dan perlakuan-perlakuan atau pengujian-pengujian yang diperlukan sesuai spesifikasi.
 3. Melakukan evaluasi dan analisis terhadap hasil Trial dan menyimpulkan faktor penyebab solusi
4. Memberikan laporan evaluasi kepada Tim Desain untuk dilakukan improvement atau penggantian spesifikasi produk atau perubahan metode proses.
5. Menindaklanjuti permintaan Tim Desain untuk melakukan Trial berikutnya atau Design Review bersama Tim Desain.
6. Melakukan tahahan Pre-Production apabilan hasil Trial atau Design Review sudah disetujui.
7. Melakukan hand-over produksi kepada Departemen Produksi dan Depart QA untuk Mass Production bila memang sudah ada PO Mass Pro dari Marketing.

Beberapa pengalaman penulis selaku Development Engineer di beberapa perusahaan menunjukkan bahwa ada sedikit perbedaan tugas dan tanggungjawab Development Engineering pada perusahaan yang berbeda tapi pada intinya berkaitan dengan Product Baru dan Trial Run serta Design Review. Untuk bisa menjadi Engineering yang baik, harus memiliki kemampuan membaca drawing, kemampuan Drafting atau menggambar teknik, mengerti spesifikasi produk, mengerti proses manufakturing produk dan kemampuan komunikasi dan koordinasi dengan departemen lain karena aktifitas Trial biasanya melibatkan beberapa departemen lain misalnya mulai dari PPC sampai bagian Delivery atau Gudang.

Thursday, August 1, 2019

Memahami Tugas Project Coordinator

Ada banyak jabatan berkenaan dengan sebuah kerja proyek di lapangan. Dari jabatan tertinggi sampai jabatan terendah yaitu Direktur Proyek. Dibawah Direktur Proyek ada Manajer Proyek, Koordinator Proyek, Project Engineer, Project Control, Site Engineer terus ke bawah yaitu Helper.
Minimal ada 7 tugas utama dari seorang Project Coordinator yaitu:
1. Mengkomunikasi proyek dan progressnya kepada Client atau End User termasuk mengirimkan Daily Report, Weekly Report dan seterusnya
2. Mengendalikan biaya proyek. Jangan sampai proyek mengalami kerugian atau tekor lantara salah manajemen keuangan.
3. Mengkoordinasikan semua man power yang terlibat dalam proyek beserta pencapaiannya.
4. Merencanakan Schedule proyek dan menetapkan target-target proyek yang hendak dicapai
5. Mengelola sumber daya non-SDM seperti material, peralatan, permesinan, kelistrikan dan sebagainya
6. Manajemen dokumentasi proyek
7. Merencanakan anggaran belanja proyek dan mengajukan pelaporan untuk penagihan.

Apa skill yang harus dimiliki seorang Project Coordinator?

Seorang PC harus bisa merancang dan merencana Schedule dan mengontrol progressnya agar sesuai dengan target finish proyek. Untuk itu seorang PC harus menguasai software seperti Microsoft Project atau software Manajemen Proyek. Selain itu harus bisa membuat Kurva-S untuk memantau progres proyek. Kemudian kemampuan manajemen sumberdaya dan inventory. Kemampuan komunikasi dan koordinasi juga sangat diperlukan.

Keberhasilan seorang Koordinator Proyek diukur dari keberhasilan proyek, apakah proyek selesai sesuai jadwal atau molor dan biaya proyek yang dikeluarkan. 

**Bekasi, mantan Project Coordinator di Sangatta, Kalimantan Timur pada Proyek Konstruksi Diesel Storage for KPC.